in ,

Mengenal Fintech dari Definisi, Jenis, Hingga Regulasinya di Indonesia

Apa sih yang dimaksud dengan fintech atau financial technology?

Baru-baru ini, istilah fintech mulai sering kita dengar di Indonesia.  Fintech adalah singkatan untuk financial technologydari yang merupakan penggabungan dari dua bidang yaitu finansial dan teknologi.  Secara sederhana, fintech merupakan perusahaan yang memberikan sebuah layanan jasa untuk merubah cara penggunaan keuangan.

Fintech sudah lebih dahulu populer di negara-negara maju, seperti Wepay yang merupakan fitur pembayaran menggunakan e-money  dari WeChat, ataupun Kakao Pay yang merupakan besutan dari perusahaan Korea Kakao. Fintech di Indonesia sebenarnya sudah lama ada dan berkembang pesat.  Saat ini, Bank Indonesia, yang berperan sebagai bank sentral telah membagi fintech menjadi 4 jenis.

1. Peer to Peer (P2P) Lending

Sumber: smartlegal.id

Salah satu jenis fintech adalah Peer to Peer (P2P) atau sebuah platform yang digunakan untuk melakukan pinjam meminjam uang. Secara simple, P2P adalah marketplace yang digunakan oleh kreditur bertemu dengan debitur. Di Indonesia sendiri sudah banyak perusahaan yang memilki jasa P2P, sampai 19 Febuari 2020 perusahaan fintech yang memiliki fasilitas P2P dan terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sebanyak 161, dan 13 diantaranya memiliki skema syariah. Daftar perusahaan tersebut dapat di lihat pada Daftar Perusahaan Fintech Lending Berizin dan Terdaftar di OJK.

2. Payment

})(jQuery);

Sumber: bealittleweird.com

Jenis lain dari fintech adalah payment, yaitu jenis usaha yang memberikan fasilitas untuk pembayaran secara elektronik. Fintech dengan jenis ini bisa berupa payment gateway ataupun sebagai e-wallet. Contoh dari penggunaan payment gateway adalah ketika kita melakukan pembayaran secara elektronik di e-commerce seperti Tokopedia, Bukalapak atau Shopee. Sedangkan e-wallet merupakan sebuah layanan yang merubah uang fisik menjadi bentuk digital, dalam hal ini seperti Gopay, OVO, Dana atau LinkAja.

3. Manajemen Resiko

Sumber: PaymentsJournal

Jenis fintech adalah berfungsi sebagai manajemen resiko, yang akan memberikan anda informasi dalam pengambilan sebuah keputusan yang memiliki hubungan dengan investasi maupun finansial. Di Indonesia sudah ada beberapa perusahaan yang bergelut dalam bidang ini seperti Bareksa, Cekpremi, Rajapremi dan lain lain.

4. Market Aggregator

Sumber: FILE magz

Terakhir, salah satu jenis fintech adalah market aggregator. Jenis fintech ini mengacu pada portal yang mengumpulkan beragam informasi terkait keuangan untuk disuguhkan ke audiens atau pengguna. Biasanya, fintech ini juga memberikan banyak informasi terkait produk-produk keuangan seperti kartu kredit, investasi, tabungan, dan lain-lain. Adanya fintech ini juga diharapkan dapat memberikan informasi yang baik sebelum mengambil keputusan terkait produk-produk finansial. Contoh dari perusahaan yang memiliki layanan sebagai market aggregator adalah CekAja, Kredit Go Go, atau Cermati.

Dengan semakin berkembangnya fintech pemerintah Indonesia melalui OJK membuat regulasi untuk mengatur ekosistem fintech. Untuk dapat membuat sebuah perusahaan dengan basis fintech ada syarat yang harus dipenuhi oleh pengusaha, aturan tersebut tertuang dalam Peraturan OJK Nomor 13/POJK.02/2018. Secara garis besar peraturan yang dikeluarkan OJK tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Pencatatan kepada OJK untuk perusahaan Startup/non-LJK. Permohonan pencatatan secara otomatis termasuk permohonan pengujian Regulatory Sandbox. Sedangkan untuk LJK, permohonan Sandbox diajukan kepada pengawas masing-masing bidang (Perbankan, Pasar Modal, IKNB).
  2. Proses Regulatory Sandbox berjangka waktu paling lama satu tahun dan dapat diperpanjang selama 6 bulan bila diperlukan.
  3. Pendaftaran/perizinan kepada OJK.

OJK akan selalu melakukan update terhadap izin fintech secara berkala, hal ini supaya masyarakat tidak terjebak terhadap fintech yang menyalahgunakan teknologi. Dalam menjamin perlindungan terhadap konsumen fintech, OJK merilis panduan sebagai pedoman perlindungan konsumen fintech. Panduan konsumen OJK dapat anda temui pada laman Konsumen OJK. Kemudian jika anda menemukan pelangaran terhadap perusahaan fintech, OJK juga menyediakan media pelaporan untuk fintech nakal, anda dapat melaporkan pada laman Lapor dari pemerintah.

Dapat disimpulkan bahwa fintech adalah sebuah usaha atau perusahaan yang mengabungkan antara finansial dan teknologi yang memiliki tujuan mempermudah kegiatan finansial baik itu merupakan pinjaman, manajemen resiko, pembayaran ataupun sebagai aggregator. Namun dalam penggunaan fintech sendiri kita harus waspada, sudah banyak fintech yang merugikan pengguna. Paling banyak dilakukan adalah penipuan pada bidang pinjaman, atau pun eksploitasi data pribadi dari pengguna. Langkah awal yang dapat kita lakukan supaya terhindar dari fintech nakal adalah mengetahui fintech mana saja yang sudah terdaftar secara resmi di OJK, pahami setiap aturan dalam fintech dan juga melakukan research terhadap produk fintech yang akan kita gunakan.

Baca juga:  Orang Terkaya di Indonesia, 20 Tokoh Panutan nan Inspiratif

What do you think?

Written by doell

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Comments

0 comments

film tni

Tonton 6 Film TNI yang Bikin Kamu Makin Cinta Indonesia Raya

Film Musik Terbaik Sepanjang Masa Buat Kamu yang Bermimpi Jadi Musisi