in

6 Film Silat Indonesia Ini Seru dan Kaya Akan Budaya Lokal

Berikut adalah 6 judul film silat Indonesia yang perlu kamu tonton. Selain seru dan menghibur, film-film ini juga akan membuatmu belajar budaya Indonesia.

Sumber: NuuN.id

Pencak silat, atau yang biasa disebut silat saja merupakan ilmu bela diri khas Indonesia, terdiri dari berbagai ragam di seluruh Nusantara. Kita mungkin mengena; ilmu bela diri negara lain dari berbagai kompetisi olahraga, hingga film. Cara terakhir itulah yang digunakan oleh para produser serta orang-orang yang berada dalam industri perfilman dalam negeri untuk memperkenalkan olahraga khas bela diri Indonesia, yaitu pencak silat. Karenanya kemudian FYINE mengumpulkan enam film silat Indonesia dengan pembawaan ide menarik dan aksi seru nan apik yang tidak kalah dengan film luar negeri.

Headshot (2016)

film silat indonesia
Sumber: IndieWire

Genre: Drama, Thriller, Action

Rating: 6.3/10

Film pertama ini berhasil meraih penghargaanPiala Citra untuk Best Visual Effect dan Best Sound Editing and Mixing tahun 2016. Menampilkan adegan-adegan laga yang seru, film ini dibintangi oleh Iko Uwais sebagai Ishmael,  seorang pemuda amnesia dengan luka tembak di kepalanya, yang ditemukan terdampar di pantai suatu hari. Dibantu oleh Ailin (Chelsea Islan), dokter cantik yang merawatnya saat ia koma, Ishmael berusaha menemukan identitasnya sendiri yang ternyata bukan orang biasa, otomatis menempatkan Ailin dalam bahaya pula. Menyajikan beragam adegan kekerasan dan pertarungan yang menegangkan, film ini patut masuk ke dalam kategori film silat Indonesia terbaik.

Pendekar Tongkat Emas (The Golden Cane Warrior) (2014)

Sumber: Greeners.Co

Genre: Drama, Action

Rating: 6.2/10

Menampilkan pesona alam Sumba yang cantik, film silat Indonesia ini berkisah perebutan kepemilikan tongkat emas sekaligus gelar Pendekar Tongkat Emas antara murid-murid Cempaka (Christine Hakim) si Pendekar Tongkat Emas yang disegani di dunia persilatan. Kesehatannya yang menurun membuatnya harus memilih pewaris sah tongkat emas dari keempat muridnya; Biru (Reza Rahardian), Gerhana (Tara Basro), Dara (Eva Celia Latjuba), dan Angin (Aria Kusumah). Konflik penuh aksi mulai muncul dari beda pendapat tentang siapa yang harus memiliki tongkat tersebut, membawakan pesan moral tentang arti pendekar sebenarnya. Oh ya, film ini juga menampilkan Nicholas Saputra sebagai tokoh bernama Elang, lho.

3: Alif, Lam, Mim (2015)

film silat indonesia
Sumber: Solopos

Genre: Action

Rating: 7.4/10

Film satu ini mengambil latar tahun 2036, ketika Indonesia berhasil bertahan dalam perang saudara dan mengubah paham mereka menjadi liberal. Penggunaan peluru tajam yang dilarang membuat masyarakat mengandalkan ilmu bela diri untuk tetap bertahan di kondisi negara yang demkian. Ceritanya sendiri berfokus pada Alif (Cornelio Sunny), mantan murid padepokan silat yang memilih menjadi aparat negara untuk menumpas kejahatan. Langkahnya tersedat ketika ia bersinggungan dengan teman-teman sepadepokannya dulu, Lam (Abimana Aryasatya) dan Mim (Agus Kuncoro), yang tengah mencari tahu kebusukan aparat negara itu sendiri melalui serentetan kejadian yang mengkambinghitamkan guru mereka sebagai teroris pengebom di beberapa tempat. Aksi, drama, pesan moral, sekaligus isu-isu sensitif yang diusung dalam film ini, seperti contohnya isu terorisme dan paham liberal, membuat film ini mampu membawa pulang beberapa penghargaan, di antaranya Indonesia Movie Actor Award Pemeran Pendukung Pria Favorit, Piala Maya untuk Penyuntingan Gambar Terbaik, dan Festival Film Bandung untuk Sutradara Terpuji.

Merantau (2009)

Sumber: Screen Daily

Genre: Drama, Action

Rating: 6.7/10

Melihat ke belakang, film satu inilah yang melambungkan nama Iko Uwais dalam jagat film laga Indonesia. Merantau bererita tentang Yuda (Iko Uwais), seorang pesilat harimau sekaligus pemuda asli Minangkabau yang suatu hari memutuskan untuk merantau di Jakarta. Namun, ternyata Jakarta melampaui dugaannya, penuh dengan aksi-aksi kriminal, mulai dari pencopetan hingga perdagangan manusia oleh organisasi mafia besar. Didasari oleh rasa ingin menolong sesama, Yuda berusaha mencegah Astri (Sisca Jessica), seorang gadis penari klub malam, untuk menjadi korban komoditi perdagangan manusia John (Alex Abbad). Adegan perkelahian Yuda yang menggunakan ilmu bela dirinya, silat harimau, tampak seru dan menegangkan untuk disaksikan.

 

Si Buta dari Gua Hantu (1985)

Sumber: Indonesianfilmcenter

Genre: Action

Rating: 5.8/10

Menyusul kepopuleran film-film superhero lokal dari Jagad Sinema Bumilangit, karya tentang pendekar silat sakti mandraguna ini juga akan dibuat film. Namun fakta bahwa ia pernah difilmkan pada tahun 80-an oleh Ratno Timoer sebagai sutradara sekaligus pelakon cerita tentunya tidak boleh dilupakan. Film silat Indonesia jadul ini bermula dari Raden Karno yang ingin mempersunting kembang desa, Sari (Ayu Azhari) dengan paksa dan kekerasan. Untungnya, Barda Mandrawata yang lebih dikenal dengan julukan si Buta dari Gua Hantu itu datang menyelamatkan. Cerita menunjukkan kehebatan pendekar ilmu silat ini mampu membedakan suara, dan senjata tongkat yang ia gunakan mampu membedakan beda berdasarkan gesekan udara. Ia harus menghadapi jebakan-jebakan yang disiapkan oleh Raden Karno demi menyelamatkan desa, Wah, sakti, ya!

Surau dan Silek (2017)

film silat indonesia
Sumber: NuuN.id

Genre: Drama, Religi

Rating: 9.1/10

Bila film-film silat lain mengisi aksi bela diri yang kadang dibumbui oleh darah dan ketengangan, film satu ini berbeda lantaran mengusung drama keluarga sebagai ceritanya, meski tetap membawakan ide silat nusantara. termasuk dalam anak dan keluarga yang ramah dalam menyajikan keberagaman budaya dan identitas kebangsaan Indonesia, film ini nyatanya telah singgah di lima benua dan menuai banyak pujian. Surau yang berarti tempatDFibadah dan silek  yang merupakan sebutan ilmu bela diri silat di Minangkabau dalam judul film ini menampilkan filosofi silat di Indonesia, khususnya yang lahir di Minangkabau, serta membawakan pesan bahwa tidak ada gunanya belajar bela diri bila tidak diimbangi dengan iman. Itu akan tetap membuat penggunanya rapuh dalam menjalani hidup.

Tidak hanya di masa lalu saja, esensi ilmu bela diri silat di Indonesia juga tetap disebarluaskan pada berbagai golongan, semata-mata agar tidak dilupakan sekaligus menampilkan betapa uniknya seni bela diri satu ini. Tidak hanya Tae-Kwon-Do dari Korea, karate, judo, boxing, Muay Thay, dan berbagai bela diri lainnya, Indonesia juga memiliki seni bela diri yang khas dan patut pula dipopulerkan.

Nah, jadi, mana film silat Indonesia favoritmu?

Baca juga:  Daftar Film Indonesia 2018 yang Populer Curi Perhatian Publik

What do you think?

Written by Dian Ayu Aristina

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Comments

0 comments

Film Agen Rahasia: 8 Plot Keren yang Wajib Tonton!

7 Film Action Indonesia Berkualitas Seru untuk Ditonton Bareng Kawan