in

11 Film Indonesia Terbaik yang Nggak Kalah Keren dengan Film Luar

Banyak yang berkualitas, kamu harusnya bangga jadi anak Indonesia. Dari 11 Film Indonesia terbaik ini, film mana yang belum kamu tonton?

Sumber: CNN Indonesia

Industri perfilman tanah air semakin lama semakin berkembang pesat dari tahun ke tahun, apalagi dewasa ini. Genre yang digeluti oleh para creator semakin beragam saja dan mampu mengendap di hati pembaca dalam waktu yang lama. Di antaranya bahkan sanggup merambah ke kancah internasional. Nah, langsung saja ini dia sebelas film Indonesia terbaik, mulai dari yang lawas, hingga yang terbaru.

Ada Apa Dengan Cinta? (2002)

film indonesia terbaik
Sumber: dream.co.id

Rating: 7.8/10

Film Indonesia terbaik versi FYINE yang pertama adalah AADC. Dimulai ketika Cinta, seorang gadis SMA yang populer, terganggu dengan keberadaan Rangga, cowok kutu buku penggemar puisi-pusi Chairil Anwar. Namun kemudian, ia justru jatuh hati kepada pemuda itu. Sayangnya, ia justru dihadapkan pada pilihan dan harus memilih antara sahabat-sahabatnya atau Rangga.

Selain kisah cintanya yang menarik hati, fil Ada Apa Dengan Cinta juga diisi dengan puisi-puisi indah dan lagu-lagu apik dari Melly Goeslaw. Yah, bukan sembarang film ya yang mendapatkan sekuel meski empat belas tahun telah berlalu. Eh, berapa purnama tuh?

5cm, Film Indonesia terbaik tentang sebuah perjuangan di dalam sebuah pendakian

film indonesia terbaik
Sumber: kompasiana.com

Rating: 7.2/10

Film yang berasal dari novel karya Donny Dhirgantoro ini bercerita tentang lima orang sahabat yang merayakan kembalinya mereka ke zona nyaman dengan mendaki Gunung Semeru dan menggapai Mahameru untuk pertama kalinya.Di antara mereka ada Zafran (Herjunot Ali) si pujangga cinta, Genta (Fedi Nuril), Riani (Raline Shah), Ian (Saykoji), dan Arial (Denny Sumargo). Kelimanya mendaki Semeru bersama dengan Dinda (Pevita Pearce), adik Arial, dan merasakan magisnya kekuatan pikiran dan ambisi yang diletakkan lima senti di depan kening mereka. Film ini Mendapatkan Piala Citra untuk Penghargaan Sinematografi.

Slah satu Film Indonesia terbaik yang mampu menembus kancah internasional: The Raid (2011)

Sumber: Good News From Indonesia

Rating: 7.6/10

The Raid mengambil genre aksi dan thriller. Ia adalah salah satu film yang mampu menembus pasar internasional, salah satu dari 11 film yang menjadi spotlight dalam Festival Film Sundance, dan sederet pencapaian lagi. Wow!

Film ini menceritakan tentang Rama (Iko Uwais) dan Jaka (Joe Taslim), yang tergabung dalam kelompok polisi elit. Mereka menyerbu sebuah blok apartemen di pinggiran Jakarta untuk menangkap Tama Riyadi. Sayangnya—atau serunya—hal tersebut tidak mudah dilakukan. Tim yang telah terjun tersebut harus menghadapi anak buah dan bahkan panglima tempur dari si bos penjahat itu. Sebuah aksi penuh ketegangan dan darah!

Laskar Pelangi (2008)

film indonesia terbaik
Sumber: kapanlagi.com

Rating: 7.8/10

Menengok kembali kisah sekumpulan anak Belitung yang terancam tidak bisa sekolah lantaran siswanya kurang satu, Laskar Pelangi. Film Indonesia terbaik sepanjang masa ini telah diputar di lima benua, sekaligus merah penghargaan internasional The Golden Butterfly Award untuk kategori film terbaik di Internasional Festival of Films for Children and Young Adults di Iran. Para siswa yang akhirnya berhasil masuk sekolah tersebut antara lain Ikal, Lintang, Mahar, Harun, Sahara, A Kiong, Flo, Borek, Kucai, Syahdan, dan Trapani. Sebuah perjuangan untuk mendapatkan ilmu divisualisasikan dalam film ini dengan amat apik melalui tokoh-tokoh yang ada di dalamnya.

Film Indonesia terbaik tentang seorang pria baik yang terpaksa harus menikahi dua wanita sekaligus: Ayat-Ayat Cinta (2008)

Sumber: iMDb

Rating: 7.1/10

Dari sebelas kategori, Ayat-Ayat Cinta berhasil membawa pulang lima penghargaan dalam Festival Film Bandung tahun 2008 lalu, antara lain Film Terpuji, Sutradara Terpuji, Pemeran Utama Pria Terpuji, Penata Musik Terpuji, dan Penata Artistik Terpuji. Ayat-Ayat Cinta bercerita tentang sebuah kisah cinta segitiga antara Fahri (Fedi Nuril, Aisha (Rianti Cartwright), dan seorang non-islam, Maria (Carissa Putri). Berbeda dari sekuelnya, AAC yang pertama menampilakn sosok manusia dengan lebih manusiawi dan mampu menguras emosi pembaca, apalagi saat Fahri difitnah dan saat Aisha rela dimadu.

Marlina, Si Pembunuh dalam Empat Babak (2017)

film indonesia terbaik
Sumber: BookMyShow

Rating: 7/10

Mengambil latar tempat di padang sabana Sumba, Marlina (Marsha Timothy) membunuh Markus (Egi Fedly) yang memperkosanya, serta kawanannya. Ia memenggal kepala Markus dan membawanya melintasi sabana untuk melapor pada polisi atas kejahatan yang mayat-mayat itu lakukan padanya. Sepanjang jalan, arwah Markus yang tak berkepala dan sedang memainkan alat musik terus mengikutinya. Film ini berhasil mendapatkan penghargaan Film terbaik di Festival Film Indonesia 2018 dan sederet penghargaan lainnya.

Love For Sale (2018)

Sumber: CNN Indonesia

Rating: 7.4/10

Richard (Gading Marteen) menggunakan sebuah layanan aplikasi jasa selama 45 hari, yang ia gunakan untuk menemaninya datang ke nikahan temannya. Istilahnya kontrak dengan gadis bernama Arini (Della Dartyan) agar Arini menjadi pacarnya selama 45 hari. Arini mampu menyediakan jasa yang memuaskan dengan bayaran yang tidak sedikit, yang sayangnya berujung pada Richard yang jatuh hati pada gadis itu. Hanya sja, akhir film ini tidak seperti skrip film romansa kebanyakan. Film dengan genre drama komedi ini mengantarkan Gading Marteen meraih Piala Citra di Festival Film Indonesia. Tak heran jika kita menyebutnya sebagai salah satu Film Indonesia terbaik 2018.

27 Steps of May (2018)

film indonesia terbaik
Sumber: medium.com

Rating: 8.3/10

Menampilkan trauma korban kasus perkosaan yang mencoba untuk bangkit lagi setelah tertahan dalam ruang trauma selama delapan tahun. Gadis itu, May, diperkosa di usianya yang baru empat belas tahun. Semuanya divisualisasikan hanya melalui gerak tubuh dan ekspresi, menjadikan film 27 Steps of May menjadi film sunyi. Film ini mampu mengambil perhatian saat tayang perdana di Busan International Film Festival, yang kemudian melangkah dari satu festival internasional ke yang lainnya sekaligus menyabet penghargaan demi penghargaan.

Gundala (2019)

Sumber: akurat.co

Rating: 7.4/10

Sancaka hidup di jalanan tanpa orang tua, menghadapi kehidupan yang keras. Ia bertahan hidup dengan cara tidak memerdulikan orang lain. Namun saat ketidakadilan semakin merajalela, Sancakan harus membuat keputusan untuk tetap hidup seperti itu atau keluar sebagai Gundala dan membela orang-orang yang tertindas itu. Film superhero ini digarap oleh Joko Anwar, dan berhasil mendapat Piala Citra dari tiga kategori, salah satunya adalah untuk penata efek visual terbaik. Atas dasar itulah Fyine mencanangkan Film Gundala sebaga salah satu Film Indonesia terbaik 2019.

A Man Called Ahok (2018)

film indonesia terbaik
Sumber: kompas.com

Rating: 8.8/10

Karya satu ini menceritakan tentang peran istimewa keluarga, khususnya Ayah, dalam membentuk karakter Basuki Tjahaya Purnama atau biasa dipanggil Ahok, yang namanya dikenal oleh masyarakat, baik yang membela maupun yang menghujat. Meski cukup kontroversial akibat tuduhan-tuduhan tak berdasar, film ini mampu mengantongi sederet penghargaan berprestasi. Jangan mudah termakan arus media, ya!

Film Indonesia terbaik bergenre horror: Pengabdi Setan (2017)

Sumber: iMDb

Rating: 6.6/10

Dari genre horror ada film garapan Joko Anwar nih. Menceritakan tentang tokoh Ibu yang datang kembali dari kematian untuk menjemput mereka. Film ini mendapatkan 11 penghargaan dari berbagai kategori.

Yak, selesai sudah 11 film Indonesia terbaik yang berhasil menembus pasar internasional, maupun yang mengantongi banyak penghargaan. Ah ya, jangan lupa masukkan mereka ke dalam daftar tontonanmu, ya!

What do you think?

Written by Dian Ayu Aristina

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Comments

0 comments

Film India Terbaik: 10 Cerita yang Bakal Bikin Baper!