in

16 Live Action Anime yang Wajib Ditonton, Dari Romance hingga Horror!

Kesuksesan suatu anime biasanya diikuti oleh versi live actionnya. Kami dengan senang hati merangkum list live action anime yang wajib kamu tonton. Enjoy!

Sumber: Wordpress Jieun3005

Live action merupakan visualisasi anime dengan menggunakan tokoh asli manusia, namun tetap pada jalan cerita anime atau manga yang ada. Industri perfilman rupanya tidak hanya sibuk mengadaptasi novel-novel ke dalam bentuk film, melainkan juga manga dan anime. Jelas ini bukan merupakan hal yang baru bagi kalian-kalian para pecinta kartun asal Jepang tersebut. Untuk kalian yang sudah nonton versi anime dan penasaran terhadap versi live-actionnya, berikut adalah daftar rekomendasi anime live action yang wajib kamu tonton:

Shigatsu wa Kimi no Uso (2016)

Sumber: Kimhyokyo.blogspot

Dimulai dengan anime yang membuat kalian—manusia-manusia penggemar genre romance dan melodrama, sampai pecinta gadis cerah berambut pirang—sampai terbawa perasaan setiap menyenggol bulan April. Yak, Shigatsu wa Kimi no Uso  atau yang lebih dikenal dengan Your Lie in April merupakan salah satu live action anime romance yang patut kamu tonton.

Untuk kalian yang belum menyaksikan animenya, si gadis pirang yang dimaksud adalah Miyazono Kaori. Ia mencoba menarik kembali Arima Kousei untuk kembali ke dunia musik setelah kematian ibu Kousei, berusaha menyingkirkan trauma Kousei yang ternyata kehilangan pendengarannya setiap kali bermain piano. Seorang gadis periang yang membuat dunia monokrom Arima Kousei kembali berwarna. Keduanya tampil bersama, sebagai pianis dan violinis di panggung.

Kimi ni Todoke (2010)

Sumber: Himitsubs

Mundur ke belakang, live action yang keluar satu dekade yang lalu ini juga patut kamu tonton. Kuronuma Sawako (Mikako Tabe) kerap kali dipanggil Sadako lantaran tampilannya yang seperti hantu. Meski sikapnya baik hati bak malaikat, ia tidak punya teman, sampai akhirnya Kazehaya Shota (Haruma Miura) duduk di sebelahnya saat pemilihan tempat duduk.

Isshuukan Friends (2017)

Sumber: Akiba Nation

Dari genre romance, ada lagi Isshukan Friends atau One Week Friends yang dibintangi oleh Kawaguchi Haruna dan Yamazaki Kento. Live action ini berkisah tentang Fujimiya Kaori menderita suatu penyakit pasca kecelakaan, yang membuatnya melupakan memori usai satu minggu, selain ingatan tentang kedua orang tuanya. Meski mengetahui hal tersebut, Hase Yuki tetap kukuh menjadikan Kaori sebagai temannya, melalui sebuah jurnal pengingat pertemanan mereka.

Orange (2015)

Sumber: Ai Chan Kawaii

Selanjutnya di deretan live action anime school life ada Orange. Takamiya Naho (Tao Tsuchiya) menerima surat dari dirinya sendiri, yang berasal dari masa depan. Isi surat itu adalah agar Naho masa kini mencegah terjadinya sebuah penyesalan terbesar dirinya—serta sahabat-sahabatnya—dari masa depan, dengan membiarkan siswa pindahan Naruse Kakeru (Yamazaki Kento) meninggalkan kehidupan untuk selamanya. Dalam surat tersebut ada urutan kejadian-kejadian penting yang akan berpengaruh pada persahabatan keenam siswa tersebut.

Baca juga:  Quiz One Piece, Siapakah Kamu Dalam Team Bajak Laut Topi Jerami?

Jika kalian para pembaca mendapat surat semacam itu, apakah kalian mampu mencegah terjadinya penyesalan terbesar dalam hidup kalian?

Gintama (2017)

Sumber: Sigma World

Oke, karena dari tadi sibuk dengan live action anime romance, mari beralih ke genre lain sebagai selingan.

Pastinya kalian para pencinta anime enggak asing dengan karya yang satu ini. Tahun 2017 lalu, Warner Bros. Picture mengeluarkan adaptasi dalam bentuk live action, yang dibintangi oleh Shun Oguri, Suda Masaki, dan Hashimoto Kanna. Ketiganya tampil sebagai tiga tokoh utama; Gintoki, Shinpachi, dan Kagura. Tidak hanya satu film, tahun berikutnya mereka kembali mengeluarkan film kedua, Gintama 2: Rules are Made to be Broken.

Film live action Gintama yang pertama mengambil arc Benizakura, yang bercerita tentang dua pekerjaan untuk tim Yorozuya. Salah satunya datang dari Elizabeth, alien berwujud semacam bebek atau penguin super-besar yang kerap berbicara menggunakan papan, untuk mencari keberadaan Katzura. Kasus kedua datang untuk menemukan pedang berbahaya, bernama Benizakura. Kedua permintaan tersebut kemudian berujung pada satu kasus yang sama.

Sementara Gintama 2 bercerita tentang berbagai cara yang dilakukan kelompok Yorozuya, yang beranggotakan Gintoki, Shinpachi, dan Kagura, untuk mengumpulkan uang demi membayar uang sewa. Setiap kerja sampingan yang ketiganya lakukan, selalu diakhiri pertemuan mereka dengan Shogun-sama. Di saat yang sama, sebagian dari Shinsengumi yang dipimpin oleh Isao Kondo (Kankuro Nakamura) melakukan kudeta, yang juga bersinggungan dengan Shogun-sama.

Bagi kalian yang ingin menonton film dengan aksi, lawakan, dan air mata, wajib hukumnya menikmati kedua film Gintama ini. Oh, serta drama live action yang mengikuti mereka.

Bleach: The Soul Reaper Agent Arc (2018)

Sumber: Comic Book

Satu lagi anime “besar” yang diadaptasi menjadi film live action. Selain Naruto, One Piece, Gintama, dan lain sebagainya, kalian pasti pernah mendengar nama Bleach setidaknya satu kali.

Pada tahun 2018, Warner Bros. kembali mengeluarkan adaptasi anime, yaitu Bleach: The Soul Reaper Agent Arc. Bleach mengusung genre aksi, petualangan, dan supranatural. Mengisahkan tentang Ichigo Kurosaki yang mempunyai kekuatan untuk melihat hantu dan bertarung dengan monster-monster tersebut. Bersama dengan Rukia, ia kemudian mengetahui hubungan antara kematian ibunya dnegan monster-monster tersebut. Diperankan oleh Fukushi Sota, adaptasi live action ini berhasil masuk rekomendasi yang tidak mengecewakan.

Tokyo Ghoul (2017)

Sumber: Phim.hotakky.

Mari menengok genre yang lebih gelap lagi, ada Tokyo Ghoul. Baik manga maupun anime terkait sudah selesai, menyisakan adaptasi live action menjadi film. Tahun 2017 lalu, film live action Tokyo Ghoul masuk ke bioskop. Tokyo Ghoul mengisahkan tentang dunia berisi manusia dan ghoul. Ghoul di sini adalah makhluk yang menyerupai manusia, namun memakan daging mentah; baik manusia maupun hewan, dan tidak bisa memproses makanan manusia pada umumnya, serta memiliki kagune. Mereka adalah pemangsa di dunia tersebut.

Baca juga:  Anime Teromantis, 10 Cerita yang Membuatmu Enggan Move On

Kaneki Ken (Kubota Masataka) mengalami kecelakaan pada suatu malam akibat ghoul bernama Kamishiro Rize (Aoi Yuu). Saat terbangun di rumah sakit, mendadak Kaneki merasakan makanan yang biasa ia makan seperti lumpur. Akibar operasi yang dilakukan, Kaneki berubah menjadi ghoul. Ia kemudian berusaha mengerti dunia antara manusia dan ghoul tersebut dengan bekerja di Anteiku.

Parasyte (Kiseijuu) (2014)

Sumber: Sbs.com.au

Film live action yang dimaksud berasal dari mangaka Hitoshi Iwaaki. Terdiri dari dua bagian, Kiseijuu mengisahkan tentang invasi alien yang mencari inang di bumi. Dengan jalan mengambil alih otak manusia-manusia tersebut, mereka kemudian hidup sebagai parasite. Manusia-manusia yang telah disisipi sudah pasti mati.

Namun, Izumi Shinichi (Sometani Shota), seorang anak sekolah SMA, menggagalkan invasi alien dalam tubuhnya, membuat cacing tersebut tinggal di tangan kanannya, alih-alih mengambil alih otaknya. Meski kemudian ia mendapati betapa berbahayanya para parasite tersbeut, hingga kemudian ibunya dibunuh oleh mereka. Shinichi kemudian berusaha bertahan dengan dunia yang sekelilingnya telah berubah hanya dalam waktu semalam.

Lovely Complex (2006)

Sumber: WordPress laksmie26

Oke-oke, ayo cerahkan genre dulu sebentar dengan kembali ke bagian romansa. Keluar agak lampau, Lovely Complex keluar tahun 2006. Karya ini mengisahkan tentang Koizumi Risa (Fujisawa Ema) dan Otani Atsushi (Koike Teppei) yang bermasalah dengan kisah cinta masing-masing. Hal itu disebabkan karena tinggi badan keduanya. Risa lebih tinggi dari lelaki kebanyakan, padahal ia perempuan, dan sementara Otani hanya setinggi 156 cm untuk ukuran laki-laki.

Bagaimana jadinya bila keduanya justru akhirnya jadi sepasang kekasih? Aneh atau tidak, menurut kalian? Yah, cinta memang kadang nggak masuk logika sih,

Ao Haru Ride (2014)

Sumber: WordPress Jieun3005

Kisah lain tentang anak sekolahan, anime Ao Haru Ride ini juga lumayan digemari. Bagaimana dengan live action-nya?

Adaptasi karya ini menjadi sebuah live action merupakan keputusan yang tepat. Daripada mengatakan adaptasi dari anime, live action kali ini  lebih condong ke manga. Bukan berarti enggak ada kesamaan antara mereka, ya! Yang jelas live action tetap berasal dari sumber yang sama.

Yoshioka Futaba telah menyukai Tanaka Kou sejak SMP, namun keduanya kehilangan kontak lantaran Kou pindah setelahnya. Keduanya kemudian bertemu kembali di SMA, namun Futaba tidak langsung mengenali Kou sebab nama depan Kou berubah menjadi Mabuchi, dan sikapnya juga berubah.

ReLIFE (2017)

Sumber: Anime Station

Kalian yang menginjak usia pertengahan dua puluhan atau bahkan akhir, apakah punya penyesalan? Apakah pekerjaan kalian sudah cocok? Bagaimana relasi kalian dengan para rekan kerja di kantor? Apakah pernah terpikir oleh kalian untuk mengulang hidup?

Hadirlah ReLIFE, sebuah proyek penelitian rahasia yang dapat membuat seseorang menjadi sepuluh tahun lebih muda, kembali ke masa SMA mereka dan menyamar menjadi siswa biasa. Subjek penelitian tersebut, Kaizaki Arata (Nakagawa Taishi) dan Hishiro Chizuru (Taira Yuna), kemudian kembali ke hari-hari remaja mereka tanpa mengetahui satu sama lain dan belajar banyak mengenai hidup, persahabatan, dan lain sebagainya.

Baca juga:  Daftar 11 Anime Terbaik 2018 Dari Berbagai Musim, Wajib Ditonton!

Ano Hi Mita Hana no Namae wo Bokutachi wa Mada Shiranai

Sumber: Rbbtoday

Kenangan musim panas kala itu tidak pernah bisa dilupakan oleh kelima remaja yang kehilangan sahabat tercinta mereka. Ano Hana, mengisahkan tentang bagaimana kenangan pedih dari lima tahun yang lalu tersebut kembali mencari Jintan (Murakami Nijiro), Yukiatsu (Shison Jun, Anaru (Matsui Airi), Tsuruko (Iitoyo Marie), dan Poppo (Takahata Yuta), dalam bentuk hantu Menma (Hamabe Minami)—sahabat mereka tersebut.

Semuanya yang menyimpan rahasia dan penyesalan mereka sendiri. Menma yang kembali untuk melunasi janjinya kepada ibu Jintan membuat kelima sahabat yang terpisah tersbeut kembali bersama dan saling memaafkan. Secara khusus, live action ini banyak mengambil hati para penonton karena kisahnya yang mengharukan dan diakhiri oleh air mata.

Erased (Boku Dake ga Inai Machi) (2016)

Sumber: Bedaunik

Lebih dikenal dengan judul Boku Dake ga Inai Machi, mengisahkan tentang Fujinuma Satoru (Furukawa Yuki) yang kembali ke waktu 18 tahun yang lalu untuk menemukan pembunuh ibunya dan pembunuhan berantai yang terjadi 18 tahun yang lalu. Ia memiliki bakat “pemulihan”, yang akan terus terjadi sampai kejadian yang “menyimpang” diluruskan.

Hyouka: Forbidden Secrets (2017)

Sumber: Blogspot Kumonime2

Beralih ke klub SMA, Hyouka menceritakan tentang seorang siswa baru, Oreki Hotaro (Yamazaki Kento), yang terpaksa mengikuti perintah kakaknya untuk masuk Klub Sastra. Dalam klub tersebut, ia bertemu dengan Chitanda Eru (Hirose Alice) yang berusaha mengetahui apa yang terjadi pada pamannya di klub tersebut. Keduanya bersama dua anggota lain kemudian menemukan sebuah fakta tentang sekolah mereka, festival sekolah, dan paman Chitanda yang menghilang.

Chihayafuru (2016)

Sumber: Ramen Para Dos

Kisah lain tentang klub, Chihayafuru mengambil ide pokok olahraga Jepang yang bernama karuta. Kisahnya berputar pada Ayase Chihaya (Hirose Suzu), Wataya Arata (Arata Mackenyu), dan Mashima Taichi (Nomura Shuhei). Ketiganya juga sudah terlibat cinta segitiga sejak sekolah dasar. Para anggota klub bekerja keras untuk menang dalam kompetisi karuta, merebut posisi King dan Queen.

Tiga film live action sudah keluarkan dari anime ini lho, antara lain Chihayafuru Kami no Ku (2016), Chihayafuru Shimo no Ku (2016), dan Chihayafuru Musubi (2018). Ayo ikuti karya unik satu ini!

Wotakoi: Love is Hard For Otaku

Sumber: Pinterest

Menutup tulisan ini dengan live action yang akan segera tayang tahun ini, Wotakoi! Bercerita tentang sekumpulan pekerja kantoran yang menyukai anime, game, manga, BL, dan hal-hal lain yang dapat menyebabkan label “otaku” menempel. Momose Narumi (Takahata Mitsuki) menymbunyikan hobi dan kegemarannya dari lingkungan sosialnya karena label itu. Namun ia kemudian justru berpacaran dengan sesama otaku, Nifuji Hirotaka (Yamazaki Kento), dan bergaul dengan pasangan otaku lainnya.

Bagaimana kisah cinta mereka? Nonton, yuk!

What do you think?

Written by Dian Ayu Aristina

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Comments

0 comments

Film Action Terbaik: 11 Judul yang Nggak Bikin Bosan Ditonton Berkali-kali

Film Komedi Indonesia

10 Film Komedi Indonesia ini Dijamin Seru dan Mengundang Gelak Tawa!